26 November 2008

Hidup dan Kuliah di Jogja

Tak terasa sudah tiga bulan di Jogja, rutinitas seperti biasa: Kampus-Kosan-Perpustakaan, kadang-kadang jalan-jalan ke tempat yang menarik di Jogja sini. Sudah tiga bulan, kuliah dengan 18 orang lainnya teraa menyenangkan. Kepribadian yang sudah dewasa dan stabil membuat suasana menjadi saling menghargai dan melengkapi satu dengan lainnya. Kelas ini juga cukup unik karena seolah mencerminkan Indonesia mini, Ada yang dari Aceh hingga Papua, bahkan ada yang berasal dari Kepulauan Natuna. Satu-satunya mahasiswa Internasional di Kelas ini berasal dari Laos, negara yang menggunakan bahasa Thailand, sehingga kami maklum jika harus mensupport dia dalam interaksi sehari-hari. Bukannya sombong, tapi kebetulan saya dan teman satunya lagi yang berasal dari Lampung termasuk yang menonjol di Kelas. Kalo geng Lampung sudah unjuk tangan.. wow.. dosennya pun bisa terngaga-nganga.. hehe XL banget (xtra lebay..). Satu panggilan yang diberi teman-teman pada saya adalah panggilan "Prof." Wah.. apa maksudnya sampe sekarang saya tidak begitu paham apa alasannya (pura-pura gak paham sih.. hehe..). Meski cukup enjoy dalam kuliah, tapi lumayan melelahkan juga. Namun, janji pada diri sendiri sudah dituliskan dalam hati nurani, langkah harus tetap berderap. Akan kutunggu dua tahun waktu kuliah itu (emangnya yakin bisa dua tahun??.. ). Hiduplah kuliah euy..

4 comments:

veta said...

kapan kita kopdar pak?

Anonymous said...

Jangan lupain Evsas ya Pak...

soemandjaja said...

weits.. anonymous itu pasti si ijul.. evsas kan mahasiswi waktu saya ngajar di FE.. kenapa jul..? mau curhat lagi ya.. hahaha.. jd gimana kabar inceran kau di FE jul?, hehehe..

Izzul_Cool said...

Pak Simon itu lagi ngapain? Diskusi? Kok keliatannya grogi? Ada yang ditaksir ya... waduh kacau kuliah kalau begini... :-)