17 March 2009

Freedom Writers

Film ini pertama saya tonton di televisi di kosan saya (kebetulan ada tipi kabel.. hee). Awalnya biasa saja, seperti drama pada umumnya. Namun pelan-pelan banyak kejutan-kejutan yang menarik dari film ini. Dikisahkan perjuangan seorang guru bernama Errin Gruwell yang harus menghadapi siswa dengan latar belakang perang antar geng, kekecewaan, keputusasaan dan kehilangan harapan. Errin bahkan dicemooh oleh guru lainnya yang menganggap dia "orang naif yang terlalu berharap". Kesabaran dan kegigihan errin bahkan harus dibayadengan persoalan hubungannya dengan sang suami yang tidak bisa memahami keinginnanya. Perjuangan errin dilakukan melalui pengajaran yang sangat dekat dengan aspek emosional para murid. Bagaimana ia mendengarkan keluhan hati para murid dengan masa lalu yang kelam, bagamana errin harus menampung murid yang diusir dari rumah dan dikejar-kejar gangster. Pendidikan transformatif seperti dilakukan oleh errin mengubah siswa secara penuh, tidak hanya wawasan namun juga emosi yang menjadi lebih baik (terbuka, menghargai, dan penuh semangat perubahan). Kisah nyata dari seorang guru di amerika ini menjadi inspirasi buat kita, Amin. Baca juga ini.

3 comments:

Redha Herdianto said...

ente juga sebagai pengajar mesti kayak gitu juga ya, belajar dari errin. Siapa tau nanti bisa menampung saya karena di kejar bapak-bapak yang anaknya saya hamili, hehehe

wong tani said...

kayak nick ku

Sueb said...

I watch this movie up to now. I dont know why whether the movie is good or not, but i get something from watching the movie...few weeks ago, I used this movie toward supporting my project called "Daily Journal Writing" at my campus.It's great...indeed, It's an inpiring movie....
btw, tell me the same kind of this movie...:)