28 March 2008

Miracle Of Love

Pertama kali saya melihat ulasan tentang kehidupan pasangan Eko P. Pratomo dan Dian W. Syarif dari tayangan sebuah tivi. Kisahnya dipaparkan demikian luar biasa, membuat saya merinding. Mungkin ini yang sebenarnya adalah kisah "Ayat-Ayat Cinta" itu, bukan yang terlalu dramatis seperti di film itu.

Saya coba browsing tentang buku dari pak eko (sebagai suami) yang di buat untuk bu dian (istrinya) itu. Saya dapatkan artikelnya dari sini. Dituliskan bahwa Bu dian didiagnosis mengidap lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Penyakit autoimun ini membuat sel-sel kekebalan tubuh tidak dapat membedakan mana yang antigen dan sel tubuh. Sel imun yang hiperaktif itu justru menyerang sel tubuh yang sehat. Hingga saat ini, belum ditemukan penyebab reaktifnya sel imun tersebut. Bahkan, gejala awalnya pun sangat beragam, sehingga sangat sulit melakukan deteksi dini.

Dian harus kehilangan 95 persen kemampuan indera matanya untuk melihat. "Ini merupakan pukulan terberat buat aku. Karena, hampir seumur hidupku dimanjakan dengan penglihatan," ujarnya. Keluhan tersebut memang berat dirasakan Dian, yang berhobi membaca dan traveling yang sudah pasti mengandalkan penglihatannya. Belum lagi dia harus menjalani 18 kali operasi karena obat yang digunakan juga membuat tubuhnya rentan terhadap infeksi.

Lalu, dari mana Dian memperoleh kekuatannya? "Yang pertama pasti suami saya, karena dia selalu sabar dan meyakinkan saya bahwa kita berdua bisa melaluinya," ucapnya seraya melemparkan senyum kepada pria yang telah setia mendampinginya selama 17 tahun itu. "Awalnya, tidak pernah mudah bagi kami berdua. Bukan hanya dia yang stres, saya juga," ucap Eko yang merupakan Presiden Direktur PT Fortis Investments ini. Pada masa awal Eko mendampingi Dian, sering kali isi doanya meminta kesembuhan bagi istrinya. Tapi kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya Eko menemukan ramuan doanya sendiri. "Ya Allah, jika semua yang terjadi ini baik adanya maka mudahkanlah. Tapi jika tidak, jauhkanlah kami dari apa pun itu."

Dian sebagai seorang istri sempat putus asa ketika rahimnya harus dioperasi dan diangkat. Seringkali ia bertanya kepada pak eko tentang niatnya untuk menikah lagi. Pak eko menjawab dengan sangat luar biasa, dia tidak berniat menikah lagi, karena justru kondisi istrinya inilah yang mendekatkan kepada Allah, menjadi ladang ibadah untuk keduanya. Di sinilah saya mulai merinding... ternyata kisah indah seperti ini bukan fiktif seperti di film. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memberikan cinta yang luar biasa kepada mereka berdua. Subhanallah.

Dan kini, sebagai bentuk cintanya karena Allah, keduanya mendirikan Syamsi Dhuha Foundation untuk memberikan dukungan dan edukasi publik mengenai lupus serta low vision. Keduanya mengaku hanya cinta yang membuat lupus menjadi jalan menuju Tuhan. Karena itu, melalui buku Miracle of Love, yang ditulis Eko, keduanya membagi cinta untuk semua orang. "Seluruh hasil dari penjualan buku ini akan didedikasikan sebagai dana untuk aktivitas care for lupus dan care for low vision di yayasan kami," katanya menjelaskan.

Semoga kita terinspirasi oleh kisah nyata ini, bukan oleh cerita cinta kosmetik seperti di film-film itu. Wassalam.

1 comment:

ngafandi said...

wow..memang dahsyat ya hakikat cinta itu..
cerita diatas mirip banget sama cerita di blog pak yudi
i wish i'ill get this love..