04 July 2008

Hkayat Aceh (1)

Senin 30 juni, 06.30 WIB, dalam perjalanan menuju bandara cengkareng, ada sms masuk ke ponselku, aku terkejut bukan main, kata-kata itu begitu tajam menghantam pikiranku, ah.. apa pula yang terjadi ini.. dengan jantung berdetak ku ketik pesan mencoba mengkonfirmasi apa maksud dari pesan itu, tapi lama tidak terjawab.. aku terhantam dengan keras.. ku coba untuk terus bertanya apa maksudnya. Akhirnya kudapat jawaban-jawaban yang begitu kerasa menghantam, tidak menyangka kalau mesti saat ini datangnya. Ah, sudahlah biar kulanjutan lagi perjalanan menimba ilmu ini, semoga Allah memberi kesempatan untuk perbaiki masalah itu nantinya. Penerbanganku meski agak telat, akhirnya saya berangkat juga, selama dua jam di udara menuju medan, sesampai di medan transit sebentar sekitar 30 menit baru kami terbang lagi menuju banda aceh.

Sekitar jam lima saya sudah ada di banda aceh. Mendarat dengan mulus, lega rasanya. Dijemput oleh panitia lokal dengan baik dan dibawa melihat-lihat kota sebelum ke penginapan. Wow.. ternyata banyak hal luar biasa yang bisa saya lihat, ada kapal PLTD Apung yang entah berapa ton beratnya bisa terdampar di tengah-tengah perkampungan, jauhnya mungkin sekitar 10 kilo dari pantai. Saya di ajak juga ke dua kuburan masal para korban tsunami, wah cerita sedih itu begitu lukai mereka. Ya deh, nanti sambung lagi ya..

1 comment:

cah kolong said...

waah..tapi bukan guwe kan batu yang nyasar and ngantem ente ntu....?