29 April 2008

Artis dan Politik

Artikel ini juga diposting di seruit.com

Sewaktu saya dan seorang teman sedang mendengar berita yang menyebutkan kalau Saiful Jamil mendaftar sebagai calon wakil walikota Serang lewat PPP, kami nyengir-nyengir kuda. Teman saya bahkan bergumam “ busyet, pede banget tuh orang..”. Lantas saya menimpali “ ya jelas pede dong, gak mungkin berani nyalon kalo takut-takut, hehe..”. Teman saya itu membalas “ bukan gitu masalahnya, tapi apa dikiranya politik itu kayak aji mumpungnya seleb ya, penyanyi aji mumpung maen pilem, pemaen sinetron aji mumpungnya nyanyi, sekarang mereka nambah aji mumpung yang baru; ikutan pilkada”. Saya menimpali “ iya ya, setelah rano karno dan dede yusuf kayaknya bakal muncul lagi artis-artis yang mencoba cicipi langkah jadi pejabat daerah, kayaknya mereka mulai sadar potensi penarik massa yang ada pada mereka, kasian deh orang parpol kalah prospek.., hehe...”. Perbincangan pun diakhiri dengan tegukan segelas kopi. Sembari menyaksikan tivi yang memberitakan artis Rieke Diah Pitaloka yang juga akan maju ke pilkada kota Bandung.

Unik memang, di waktu seleksi kepemimpinan daerah mensyaratkan popularitas personal guna mendapat daya tarik pemilih maka artis yang dekat dengan selebritas publikasi menjadi salah satu pilihan bagi partai politik guna unggul dalam pemilihan tersebut. Memang kemudian banyak yang berdebat jika keberadaaan artis itu sekedar vote getter, bahkan secara eksterm tidak mengharapkan artis-artis itu bakal punya kemampuan manajemen dan politik yang mumpuni. Memang benar, bukan sembarang artis yang bisa masuk ke lingkaran ini, sangat gak mungkin kalau Julia Perez kemudian di rekrut oleh Pemkab mana gituh..

Satu pertanyaan yang kemudian ada di benak saya, hal ini juga berawal dari pesan di shoutbox saya antara seorang teman (wahyu) dengan saya yang kemudian direspon oleh Udo. Rasanya kok lucu kalau berbicara tentang kesamaan fenomena tersebut dengan prospek di Lampung. Mungkin karena tidak ada artis Lampung yang mumpuni, yang kharismatik, yang potensial untuk memimpin. Jika ada, ya dia juga seorang bupati yang sampai sekarang masih menggantung posisinya di mata partai politik Lampung. Banyak yang juga pesimis dengan dia, tapi entahlah. Jangan tergoda untuk ikut-ikutan. Saya hanya tergoda oleh tantangan dari Udo tentang “mari kita bicara politik di seruit”, oke do… ayo kita bicara politik,hehe

2 comments:

wong alit said...

bang kayak mana kalau artis dan politisi diduatin aja? kan mereka sama-sama populernya

Boim Lebon said...

tunggu aja bang kebalikannya, nanti jg ada orang politik yg jd artis. sekarang aja udah, dimana2 poto cagub bertebaran. sampe bosen ngeliatnya